Rss

Seminar Nasional: No health without mental health, stigma disabilitas

Jaminan atas kehidupan yang sehat dan kesejahteraan bagi semua kelompok mensyaratkan pentingnya kesetaraan antara kesehatan fisik dan mental. Dalam literatur disabilitas, stigma adalah salah satu faktor risiko bagi diagnosis maupun prognosis kesehatan yang lebih buruk. Penelitian ini (N = 98) bertujuan untuk memetakan stigma kepada penyandang disabilitas fisik dan mental, dengan memperhitungkan dinamika stigma pada level eksplisit (kuesioner self-reported) dan level implisit (computer-based response-latency task). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada level eksplisit, partisipan tidak melaporkan stigma kepada penyandang disabilitas fisik dan mental, (2) stigma muncul pada level implisit, dan (3) jenis disabilitas yang berbeda memunculkan tingkat stigma implisit yang berbeda, dimana penyandang disabilitas mental menerima lebih banyak reaksi afektif, evaluasi kognitif, dan kecenderungan perilaku negatif daripada penyandang disabilitas fisik. Ambivalensi ini memiliki implikasi terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan serta pengembangan sumber daya manusia bidang kesehatan.

Penelitian ini dipresentasikan dalam Seminar Nasional Bidang Kesehatan Dies Natalis UB ke-53, 12 Februari 2016.

Disabilitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*