Rss

Research: How selfie are you?

10453183_10152584626884238_981368653_n

Kalau dulu filsuf René Descartes pernah menyatakan bahwa keunikan manusia terletak pada kemampuannya untuk berpikir secara rasional (“I think, therefore, I am”), individu masa kini seolah mempunyai slogan, “I share, therefore, I am”. Wahana kontemporer bagi individu untuk melakukan online sharing atau berbagi aspek-aspek kehidupannya kepada orang lain secara virtual adalah selfie.

Penelitian ini (N = 78)* mengangkat dampak dari komentar atas selfie terhadap  perilaku agresif pelaku selfie. Partisipan diundang mengikuti sebuah lomba selfie. Bagi pelaku, selfie dapat dibentuk sedemikian rupa untuk menciptakan kesan tertentu. Akan tetapi, pelaku selfie tidak memiliki kendali atas komentar yang kemudian ia terima. Komentar yang bernada negatif, atau ketidakmunculan komentar yang diharapkan, bisa dinilai bentuk provokasi interpersonal yang bisa memicu perilaku agresif (Anderson & Bushman, 2002).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks interaksi sosial yang serba tidak pasti, hanya komentar bernada positif (contoh: ramah, cerdas) yang dinilai adil oleh pelaku selfie. Komentar netral (contoh: biasa, cukup) dipersepsi sama tidak adilnya dengan komentar negatif (contoh: sombong, sok tahu). Informasi yang dihasilkan oleh penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun strategi intervensi guna meminimalisir agresi virtual di media sosial.

*Hibah Internal DPP FISIP UB 2014.

YouTube Preview Image

 

Comments (2)

  1. Pekerjaan besar, salut b. Cleo. Salam, Syekhfani Harun

Leave a Reply to Syekhfani Mohamad Harun Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*